![]() |
Warga terlihat kompak membersihkan sampah yang menumpuk di pesisir pantai |
Aksi yang berlangsung pada Selasa, (01/04/2025), dilakukan atas kerja sama Ikatan Pelajar Mahasiswa Faisayang Kipai-Wailegi (IPMFK-W) Kota Ternate, Pemuda Desa Kipai dan Desa Wailegi, serta unsur Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kecamatan Patani.
Amatan media ini, banyak sampah organik maupun anorganik berupa plastik, pecahan kaca, logam (Kaleng, besi), maupun pakaian bekas. Sampah-sampah ini, diangkut menggunakan motor roda tiga ke lokasi reklamasi yang terbengkalai di Desa Kipai.
Ketua IPMFK-W Kota Ternate, Munandar Taib mengatakan, aksi bersih pantai ini merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem laut.
"Harapannya, aksi ini menjadi langkah awal memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke laut," harapnya.
Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, agar ada program pengelolaan sampah di Kecamatan Patani.
"Sampai saat ini belum ada pengelolaan sampah dari Pemda. TPS maupun TPA saja belum ada, apalagi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir sebagai bagian dari kesadaran lingkungan," ungkap Munandar.
Sementara salah seorang pemuda Desa Wailegi, Alikhan Karim menyebutkan, selama ini pemerintah, mulai dari desa hingga kabupaten, tidak menyediakan tempat sampah.
"Tempat pembuangan menjadi hal yang urgen, sehingga selama inj masyarakat hanya membuang sampah ke laut, sungai, maupun selokan," tuturnya.
Ia meminta, pemerintah berinisiatif menyiapkan titik pembuangan sampah agar masyarakat tertib membuang sampah.
"Harus ada sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat terkait pengelolaan sampah," pungkasnya. (red)